BOJONEGORO, ZonaJatim — Upaya menjaga keberadaan kesenian tradisional terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Universitas Bojonegoro (Unigoro). Salah satunya melalui pendampingan pengurusan NIK Kesenian Gembrung Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan tersebut dilakukan KKN-TK Kelompok 20 Universitas Bojonegoro pada Rabu (29/7/2026) dengan mendampingi Ketua Kesenian Gembrung Desa Meduri, Romli, mengurus Nomor Induk Kesenian (NIK) di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Bojonegoro.
Pendampingan NIK Kesenian Gembrung ini menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKN-TK Kelompok 20. Langkah tersebut berangkat dari kondisi kesenian Gembrung yang masih aktif dimainkan masyarakat Desa Meduri, tetapi belum memiliki identitas serta pendataan kesenian yang jelas.
Sebelum mendatangi MPP Kabupaten Bojonegoro, mahasiswa terlebih dahulu melakukan survei untuk mengetahui prosedur dan persyaratan pengajuan NIK. Informasi yang diperoleh kemudian disampaikan kepada pegiat Kesenian Gembrung untuk membantu mempersiapkan dokumen yang diperlukan.
Mahasiswa dan pegiat Gembrung selanjutnya melengkapi sejumlah persyaratan, mulai dari fotokopi KTP salah satu anggota atau pengurus kelompok kesenian, dokumentasi pertunjukan Gembrung, hingga dokumen pendukung lainnya.
Proses administrasi juga melibatkan Kepala Desa Meduri dan Camat Margomulyo untuk melengkapi tanda tangan serta pengesahan dokumen. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, perwakilan mahasiswa KKN-TK Kelompok 20 bersama Romli berangkat ke MPP Kabupaten Bojonegoro.
Di lokasi pelayanan, mahasiswa mendampingi Romli dalam menyerahkan dokumen dan mengikuti tahapan pengajuan NIK sesuai prosedur. Pendampingan berlangsung dalam suasana santai, tetapi tetap fokus agar setiap persyaratan dapat dipenuhi dengan baik.
Setelah proses pengurusan selesai, Kesenian Gembrung Desa Meduri akhirnya memperoleh kartu NIK sebagai identitas kesenian. Bagi mahasiswa KKN-TK Kelompok 20, capaian tersebut menjadi langkah awal untuk membantu kesenian tradisional tersebut memiliki legalitas dan pendataan yang lebih jelas.
NIK Jadi Identitas Resmi Kesenian Gembrung
Romli selaku Ketua Kesenian Gembrung Desa Meduri menyambut baik terbitnya NIK tersebut. Ia menilai keberadaan NIK penting karena selama ini kelompok kesenian yang dipimpinnya belum memiliki identitas resmi.
“Alhamdulillah, sekarang Gembrung sudah punya NIK. Rasanya senang karena selama ini belum ada identitas seperti ini. Dengan adanya NIK ini, kesenian Gembrung kami jadi lebih jelas dan tercatat secara resmi,” ujar Romli.
Romli juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN-TK Kelompok 20 Universitas Bojonegoro yang telah mendampingi proses pengurusan sejak tahap awal. Bantuan mahasiswa dinilai memudahkan pegiat Gembrung memahami prosedur dan menyiapkan dokumen yang dibutuhkan.
“Terima kasih banyak untuk anak-anak KKN yang sudah membantu dari awal sampai selesai. Kalau tidak dibantu mungkin kami juga masih bingung bagaimana cara mengurusnya. Semoga dengan adanya NIK ini Gembrung bisa semakin dikenal dan tetap ada terus di Desa Meduri,” tambahnya.
Dorong Gembrung Lebih Dikenal
Mahasiswa KKN-TK Kelompok 20 berharap kepemilikan NIK dapat memberikan manfaat lebih luas bagi Kesenian Gembrung Desa Meduri. Selain menjadi identitas dan legalitas, pendataan tersebut dapat menjadi salah satu modal untuk memperkenalkan Gembrung kepada masyarakat di luar desa.
Keberadaan identitas resmi juga diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi Kesenian Gembrung untuk tampil dalam berbagai kegiatan. Pertunjukan dapat dilakukan dalam acara desa, kegiatan masyarakat, maupun agenda lainnya yang membutuhkan kesenian tradisional.
Semakin banyak ruang tampil, semakin besar pula peluang masyarakat mengenal Gembrung sebagai bagian dari kekayaan budaya Desa Meduri. Kondisi tersebut sekaligus dapat membantu menjaga keberlangsungan kesenian agar tetap dimainkan di tengah perubahan zaman.
Pendampingan NIK Kesenian Gembrung yang dilakukan mahasiswa KKN-TK Kelompok 20 juga menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian kesenian tradisional berbasis masyarakat. Ke depan, mahasiswa berharap pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai pihak dapat terus memberikan dukungan agar Gembrung tetap hidup dan berkembang.
Tidak hanya mempertahankan keberadaan kelompok yang saat ini masih aktif, pengenalan Gembrung kepada generasi muda juga menjadi bagian penting dari keberlanjutan kesenian tersebut. Dengan begitu, NIK Kesenian Gembrung bukan sekadar dokumen identitas, tetapi dapat menjadi salah satu pijakan untuk memperkuat keberadaan kesenian tradisional Desa Meduri.












