MOJOKERTO, ZonaJatim – Komunitas pengemudi ojek online yang tergabung dalam Grabbike Majapahit Community atau GMC Mojokerto, menggelar kegiatan kopi darat (kopdar) sekaligus sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan pada Senin (18/05/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi rutin antaranggota, sekaligus membahas perkembangan aturan dan fitur terbaru dari aplikasi Grab.
Ketua GMC Mojokerto, Khusnan Fauzi, menjelaskan bahwa dalam pertemuan kali ini para driver mendapatkan penjelasan terkait program perlindungan sosial untuk pekerja sektor informal.
“Pada kopdar kali ini ada sosialisasi dari pihak BPJS Ketenagakerjaan terkait driver ojol yang dapat mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan kategori Bukan Penerima Upah (BPU) dan BPJS Kesehatan,” ujar Ketua GMC Mojokerto, Khusnan Fauzi.
Menurut Khusnan, saat ini tersedia program perlindungan khusus bagi pekerja transportasi online yang disertai stimulus subsidi iuran.
Dengan adanya subsidi tersebut, para mitra pengemudi hanya perlu membayar iuran dengan nominal yang relatif ringan.
“Ini kami kira sangat membantu bagi teman-teman ojol apalagi program ini untuk teman-teman kami yang sangat membutuhkan perlindungan karena setiap hari bekerja di jalan,” tandasnya.
Selain membahas program BPJS, Khusnan juga menyinggung rencana aksi yang akan digelar GERANAT Jatim pada Rabu (20/05/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026. Ia menegaskan bahwa komunitas GMC Mojokerto tidak terlibat dalam agenda tersebut.
“Walau demikian kami dari GMC Mojokerto menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan tersebut selama itu berupa hal positif yang dapat memberikan dampak baik terhadap kesejahteraan seluruh driver ojol,” papar Khusnan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah tuntutan yang akan disuarakan GERANAT Jatim dalam aksi tersebut di antaranya mendorong terwujudnya Undang-Undang Transportasi Online Indonesia, kenaikan tarif penumpang, evaluasi program berbayar aplikasi, hingga keterlibatan GERANAT Jatim dalam penyusunan regulasi transportasi online di Jawa Timur.
Khusnan juga mengimbau seluruh pengemudi ojol untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah aktivitas warga yang berlangsung seperti biasa.
“GMC Mojokerto juga menegaskan komitmen untuk turut menjaga kondusifitas wilayah serta mendukung terciptanya situasi yang aman, tertib, dan damai. Bila terdapat aspirasi atau permasalahan yang ada di kalangan pengemudi ojol, pihak komunitas mengedepankan komunikasi dan koordinasi melalui jalur yang tepat tanpa harus melakukan tindakan yang dapat mengganggu kepentingan masyarakat luas,” pungkas Khusnan.










