Malang, ZonaJatim – Desa Arjosari di Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang kini memiliki media informasi yang lebih lengkap dan informatif berkat inovasi mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) melalui program UM Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) 2026. Melalui program pengabdian kepada masyarakat tersebut, mahasiswa menghadirkan Peta Administrasi dan Potensi Wilayah serta Brosur Desa Arjosari sebagai upaya strategis untuk memperkenalkan identitas, kondisi wilayah, dan berbagai potensi unggulan desa kepada masyarakat luas.
Program ini lahir dari kebutuhan pemerintah desa akan media informasi yang mampu menyajikan data wilayah secara visual, akurat, dan mudah dipahami. Tidak hanya menjadi penunjuk lokasi, peta administrasi juga dirancang sebagai sumber informasi yang dapat dimanfaatkan dalam pelayanan publik, perencanaan pembangunan, hingga promosi potensi lokal.
Selama menjalankan kegiatan UM BBM 2026, mahasiswa melakukan observasi secara langsung di lapangan. Mereka mendata berbagai aspek penting yang dimiliki Desa Arjosari, mulai dari kondisi geografis, fasilitas umum, hingga potensi ekonomi yang tersebar di enam dusun. Seluruh proses dilakukan melalui survei lapangan, dokumentasi, dan koordinasi intensif bersama Pemerintah Desa Arjosari agar data yang disajikan benar-benar sesuai dengan kondisi terkini.
Hasil pengumpulan data tersebut kemudian diolah menjadi media informasi yang menarik, mudah dibaca, dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pemerintah desa maupun masyarakat.
Desa Arjosari Kini Memiliki Peta Administrasi yang Lebih Informatif
Salah satu luaran utama program ini adalah Peta Administrasi dan Potensi Wilayah Desa Arjosari. Peta tersebut menyajikan informasi penting mengenai batas administrasi desa, pembagian enam dusun, jaringan jalan, aliran sungai, fasilitas umum, sumber mata air, hingga persebaran potensi wilayah yang dimiliki desa.
Menariknya, peta tidak hanya berisi informasi spasial. Mahasiswa juga melengkapinya dengan dokumentasi visual sejumlah lokasi penting sehingga masyarakat dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi wilayah.

Sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi, peta tersebut turut dilengkapi QR Code yang terhubung langsung dengan website resmi Desa Arjosari. Fitur ini memudahkan masyarakat maupun tamu yang berkunjung untuk memperoleh informasi desa secara lebih lengkap hanya dengan memindai kode menggunakan telepon genggam.
Inovasi ini menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi layanan informasi desa yang lebih modern, cepat, dan mudah diakses.
Brosur Desa Arjosari Perkenalkan Profil dan Potensi Unggulan
Selain menyusun peta administrasi, mahasiswa UM BBM juga membuat Brosur Desa Arjosari yang berisi informasi penting mengenai profil desa.
Brosur tersebut memuat sejarah singkat desa, visi dan misi pemerintah desa, struktur organisasi pemerintahan, data kependudukan, hingga berbagai potensi unggulan yang dimiliki masyarakat.
Berbagai sektor unggulan seperti pertanian, perkebunan, dan peternakan disajikan secara ringkas namun informatif sehingga masyarakat maupun pengunjung dapat mengenal karakteristik Desa Arjosari dengan lebih mudah.
Penyajian informasi dalam bentuk brosur diharapkan mampu menjadi media promosi yang praktis sekaligus efektif dalam memperkenalkan potensi wilayah kepada berbagai kalangan, termasuk investor, akademisi, maupun instansi yang ingin menjalin kerja sama dengan pemerintah desa.
Diserahkan kepada Pemerintah Desa Arjosari
Sebagai tahap akhir pelaksanaan program pengabdian masyarakat, mahasiswa menyerahkan Peta Administrasi dan Potensi Wilayah beserta Brosur Desa Arjosari kepada Pemerintah Desa Arjosari.
Kedua media informasi tersebut selanjutnya ditempatkan di Balai Desa Arjosari sehingga dapat diakses oleh masyarakat, perangkat desa, maupun tamu yang datang berkunjung.
Keberadaan media informasi tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan administrasi sekaligus menjadi sarana promosi desa yang berkelanjutan.
Kepala Desa Arjosari, Imam Mahmudi, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa Universitas Negeri Malang melalui program UM BBM.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik UM BBM Universitas Negeri Malang atas berbagai program yang telah dilaksanakan di Desa Arjosari. Peta administrasi dan potensi wilayah ini akan sangat membantu perangkat desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun saat melaksanakan kegiatan di lapangan. Kami berharap hasil program ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan hubungan yang telah terjalin selama pelaksanaan UM BBM tetap terjaga ke depannya,” ujar Imam Mahmudi.
Menurutnya, keberadaan peta administrasi dan brosur desa akan memberikan manfaat besar bagi perangkat desa dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjadi referensi informasi bagi berbagai pihak yang ingin mengenal Desa Arjosari lebih dekat.
Wujud Pengabdian Mahasiswa yang Berdampak Nyata
Program yang dijalankan mahasiswa UM BBM 2026 tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kehadiran peta administrasi dan brosur desa menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah desa dalam mendukung penyebaran informasi yang lebih efektif.
Melalui media tersebut, masyarakat dapat mengetahui kondisi wilayah, fasilitas umum, hingga berbagai potensi unggulan Desa Arjosari secara lebih mudah. Sementara itu, pemerintah desa memperoleh sarana pendukung yang dapat dimanfaatkan dalam pelayanan publik, promosi desa, hingga penyusunan berbagai program pembangunan.
Dengan tersedianya Peta Administrasi dan Potensi Wilayah serta Brosur Desa Arjosari, diharapkan semakin banyak masyarakat, pengunjung, maupun pemangku kepentingan yang mengenal potensi desa ini. Langkah inovatif tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa mampu menghadirkan solusi yang bermanfaat, memperkuat penyebaran informasi, serta mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.








