SIDOARJO, ZonaJatim – Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAI Al-Khoziny melaksanakan sowan dan silaturahmi kepada Buya KH Wachid Harun, Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, pada 28 Juli 2026.
Kegiatan yang dipimpin oleh Adhfar Ridla Maulana tersebut menjadi langkah awal sebelum mahasiswa menjalankan program pengabdian kepada masyarakat.
Silaturahmi ini bertujuan memohon rida, doa, dan bimbingan agar seluruh rangkaian program KKN memperoleh keberkahan serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain itu, Buya KH Wachid Harun juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang menjadi panutan masyarakat Desa Putat.
Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, Buya KH Wachid Harun menyampaikan nasihat mengenai peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan yang tetap berpegang teguh pada nilai keilmuan, akhlak, dan sikap moderat.
Menurutnya, mahasiswa yang hadir di tengah masyarakat tidak hanya membawa semangat intelektual, tetapi juga harus mampu menjadi penyejuk, perekat, sekaligus teladan dalam kehidupan sosial.
Pada kesempatan tersebut, Buya KH Wachid Harun juga menyampaikan dawuh yang menjadi bekal penting bagi peserta KKN dalam menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.
“Banyak orang kuat akan statement amar ma’ruf tanpa kuatnya pengaplikasian nahi munkarnya.”
Beliau menjelaskan bahwa mengajak kepada kebaikan merupakan tanggung jawab yang dapat dilakukan melalui keteladanan, tutur kata yang baik, maupun aksi nyata yang membawa manfaat. Namun, mencegah kemungkaran merupakan amanah yang jauh lebih berat karena membutuhkan keluasan ilmu, kejernihan niat, kesabaran, serta hikmah dalam menyampaikan nasihat agar tidak menimbulkan perpecahan.

Dawuh tersebut menjadi penguat bagi mahasiswa sebagai insan akademik yang menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi dalam pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa tidak cukup hanya lantang menyuarakan perubahan, tetapi juga dituntut menghadirkan solusi melalui pendekatan yang santun, dialogis, dan penuh kebijaksanaan.
Dengan demikian, semangat amar ma’ruf nahi munkar diwujudkan bukan sekadar melalui retorika, melainkan melalui keteladanan, penguatan literasi, pendampingan masyarakat, serta berbagai bentuk pengabdian yang berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Selain memohon doa dan restu, silaturahmi ini juga bertujuan menjadikan Buya KH Wachid Harun sebagai salah satu pengarah dalam membaca realitas sosial Desa Putat. Berbekal pengalaman, kebijaksanaan, dan kedekatannya dengan masyarakat, peserta KKN IAI Al-Khoziny memperoleh perspektif mengenai potensi, karakter, tantangan, serta kebutuhan masyarakat sebagai pijakan dalam menyusun program kerja yang relevan, adaptif, dan bermanfaat.
Melalui kegiatan ini, peserta KKN IAI Al-Khoziny meneguhkan komitmennya bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, melainkan amanah yang harus dilandasi adab kepada guru, penghormatan kepada ulama, serta kesungguhan dalam menghadirkan manfaat bagi umat.
Dengan bekal rida, bimbingan, dan dawuh para masyayikh, diharapkan setiap langkah pengabdian mampu menjadi wujud nyata dari ilmu yang diamalkan sehingga kehadiran mahasiswa benar-benar dirasakan sebagai rahmat sekaligus solusi bagi masyarakat.











