Kota Batu, ZonaJatim – IPAC 2026 Kota Batu resmi bergulir setelah dibuka di Lapangan Pendaratan Paralayang Songgomaruto, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, Jumat (31/7/2026).
Kejuaraan bertajuk International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) 2026 tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) 2026 yang menggabungkan kompetisi olahraga dirgantara dengan promosi destinasi wisata.
Peresmian ditandai dengan penekanan sirene oleh Wali Kota Batu Nurochman bersama Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto, Ketua Pengurus Provinsi Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jawa Timur Arif Eko Wahyudi, jajaran Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), serta Lanud Abdulrachman Saleh.
Penyelenggaraan IPAC 2026 Kota Batu menjadi bagian dari upaya memperkuat citra Kota Batu sebagai destinasi sport tourism nasional. Selain dikenal memiliki lokasi terbang yang ideal di kawasan Gunung Banyak, Kota Batu juga telah lama menjadi salah satu pusat pembinaan atlet paralayang yang melahirkan prestasi di level nasional hingga internasional.
Dalam sambutannya, Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya BISTF 2026. Menurutnya, kejuaraan internasional seperti IPAC tidak hanya menjadi wadah kompetisi bagi atlet, tetapi juga menjadi komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sarana olahraga sekaligus pembinaan atlet.
“Momentum ini harus terus kita kembangkan. Ini merupakan komitmen kami untuk terus meningkatkan prestasi sekaligus memperbaiki fasilitas bagi para atlet,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung. Di sisi lain, masyarakat dan wisatawan diharapkan dapat menikmati atraksi paralayang yang berpadu dengan panorama alam Gunung Banyak sebagai salah satu daya tarik wisata unggulan Kota Batu.
Selain mengejar prestasi olahraga, Pemerintah Kota Batu menargetkan penyelenggaraan IPAC 2026 mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran puluhan atlet beserta pendamping dan wisatawan diharapkan meningkatkan aktivitas sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perhotelan, kuliner, hingga jasa transportasi.
“Semoga kegiatan ini mampu menghadirkan perputaran ekonomi. UMKM juga akan terus kami tata agar lebih nyaman dan dapat terlibat sebagai bagian dari kegiatan tahunan ini,” kata Nurochman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto menjelaskan antusiasme peserta tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan edisi sebelumnya. Kejuaraan yang berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 tersebut diikuti 75 atlet, terdiri atas peserta dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Sulawesi, Kalimantan, Lombok, serta Kota Batu. Kompetisi juga diikuti atlet mancanegara, termasuk 12 atlet asal Malaysia, sedangkan 16 atlet merupakan wakil tuan rumah Kota Batu.
“Dibandingkan tahun lalu jumlah peserta meningkat. Tahun ini total ada 75 peserta dan responsnya sangat baik,” ujar Onny.
Penyelenggaraan IPAC tahun ini melanjutkan capaian positif edisi 2025 yang telah masuk Kategori 2 World Paragliding Ranking System (WPRS). Pada kejuaraan tahun lalu, atlet Malaysia Muhammad Aqilluddin Bin Mohd Nafi tampil sebagai juara kategori Overall dan Junior U-26.
Sementara itu, Indonesia berhasil meraih gelar di kategori Female melalui Silviana Bebby Kumalasari, sedangkan kategori tim dimenangkan Hextar Kimia Team yang diperkuat atlet Indonesia dan Malaysia.
Dengan meningkatnya jumlah peserta serta statusnya sebagai ajang yang masuk kalender internasional, IPAC 2026 Kota Batu diharapkan semakin mengukuhkan Kota Batu sebagai salah satu pusat olahraga paralayang sekaligus destinasi wisata olahraga unggulan di Indonesia.










