Bojonegoro, ZonaJatim – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKNTK) Universitas Bojonegoro Kelompok 15 melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi perkembangan Program GAYATRI (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) di rumah-rumah warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, pada Kamis (23/7/2026).
Program GAYATRI memberikan bantuan berupa ayam petelur kepada warga yang tergolong sebagai keluarga penerima manfaat. Data penerima diambil dari Data Mandiri Kemiskinan Daerah (DAMISDA) agar tepat sasaran.
Kegiatan peninjauan langsung ini dilakukan untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan program gagasan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tersebut. Lewat evaluasi berkala ini, mahasiswa mendata perkembangan ternak sekaligus memetakan kendala yang dihadapi warga guna mendongkrak perekonomian masyarakat desa secara berkelanjutan.
Salah satu penerima manfaat, Sadak (47), warga Desa Jurang Krapak, Kecamatan Sugihwaras, mengaku merasakan langsung hasil positif dari program ini. Ia menerima bantuan sebanyak 54 ekor ayam petelur pada 2025. Hampir seluruh ayam yang dipeliharanya kini produktif bertelur setiap hari dengan rata-rata produksi mencapai 2,5 kilogram atau sekitar 42–45 butir per hari.

Hasil telur dari kandangnya kemudian dipasarkan kepada masyarakat setempat. Dalam satu hari, produksi telur mencapai sekitar 2,5 kilogram dengan harga jual rata-rata Rp22.000 per kilogram. “Alhamdulillah, rata-rata setiap hari 42 sampai 45 butir telur. Karena waktunya tidak sama, kadang ada yang telat,” ujar Sadak.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, mahasiswa berharap dapat memberikan gambaran mengenai efektivitas pelaksanaan Program GAYATRI di lapangan sekaligus menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah agar program pemberdayaan masyarakat tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Dari kandang sederhana yang dibangun di pekarangan rumah, kini tumbuh harapan baru bagi masyarakat. Program GAYATRI membuktikan bahwa pemberdayaan yang tepat sasaran tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga mampu menciptakan sumber penghasilan yang berkelanjutan serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.












