Malang, ZonaJatim – Program PJJ S2 UM resmi diluncurkan oleh Universitas Negeri Malang (UM) untuk Tahun Akademik 2026/2027. Kehadiran Program PJJ S2 UM menjadi solusi bagi guru, tenaga pendidik, dan profesional yang ingin melanjutkan studi magister tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun daerah tempat tinggalnya.
Peluncuran Program PJJ S2 UM sekaligus menjadi langkah baru UM dalam memperluas akses pendidikan pascasarjana berbasis teknologi yang fleksibel namun tetap menjaga kualitas akademik. Program ini juga memperkuat komitmen UM dalam mendukung pemerataan pendidikan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
Saat ini, empat program studi telah resmi memperoleh izin penyelenggaraan dan tercatat di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD DIKTI). Program studi tersebut meliputi S2 Pendidikan Matematika, S2 Pendidikan Bahasa Inggris, S2 Teknologi Pendidikan, dan S2 Pendidikan Dasar.
Selain itu, dua program lain yakni S2 Pendidikan Bahasa Indonesia dan S2 Pendidikan Nonformal masih dalam tahap administrasi akhir dan ditargetkan segera menyusul dalam Program PJJ S2 UM.
Program PJJ S2 UM 2026 dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini terkendala jarak dan waktu dalam mengakses pendidikan magister. Berdasarkan survei terhadap 1.587 calon mahasiswa potensial, minat terhadap program ini cukup tinggi, terutama dari wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang akses pendidikan pascasarjananya masih terbatas.
Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd., mengatakan program tersebut hadir sebagai respons atas tingginya kebutuhan masyarakat di luar Kota Malang terhadap pendidikan magister yang fleksibel.
“Untuk merespons tingginya permintaan masyarakat di luar Kota Malang, kini UM resmi merintis program PJJ tingkat Magister (S2). Program ini dirancang bagi para profesional dan guru yang terkendala jarak namun ingin meningkatkan kualifikasi akademik tanpa melanggar regulasi pemerintah,” ujar Ibrahim.
Ia menegaskan, Program PJJ S2 UM berbeda dengan perkuliahan daring biasa karena telah melalui jalur resmi dan memenuhi ketentuan pemerintah. Kurikulum, tenaga pengajar, hingga standar akademiknya juga dibuat setara dengan kelas reguler.
Dalam pelaksanaannya, UM menerapkan sistem hybrid yang didukung platform pembelajaran digital serta Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ). Saat ini, layanan tersebut difokuskan di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
“Teknis pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh ini didukung oleh platform digital khusus dan sistem mentoring di UPBJJ. Mentor lokal yang dilibatkan telah melalui proses sertifikasi sehingga kualitas tutorial setara dengan kelas reguler,” jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran pembelajaran, UM juga telah menyiapkan Learning Management System (LMS) Sipejar yang mampu melayani hingga 40 ribu pengguna. Sistem ini memungkinkan mahasiswa mengikuti pembelajaran secara sinkron maupun asinkron sehingga tetap efektif digunakan oleh mahasiswa di berbagai wilayah, termasuk daerah 3T.
Tak hanya itu, keberadaan Pusat Belajar Jarak Jauh (PBJJ) di Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Tana Tidung juga disiapkan sebagai pusat layanan akademik sekaligus pendampingan mahasiswa di daerah.
Melalui Program PJJ S2 UM 2026, kampus ini berharap semakin banyak tenaga pendidik dan profesional di berbagai daerah Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama untuk melanjutkan studi magister. Program ini juga menjadi bagian dari inovasi pembelajaran berbasis teknologi guna mendukung pemerataan pendidikan nasional.










