MALANG, ZonaJatim – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang menaruh perhatian besar terhadap pembangunan gedung baru di MTsN 7 Malang. Hal ini terlihat dalam kegiatan peletakan batu pertama gedung kelas tipe 1 yang didanai melalui SBSN Tahun Anggaran 2026, yang digelar pada Rabu (29/04/2026) di area madrasah.
RELATED POSTS
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Malang, H. Sahid, secara langsung memberikan apresiasi atas capaian MTsN 7 Malang yang kembali memperoleh bantuan pembangunan gedung.
Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan kinerja dan keseriusan civitas akademika dalam meningkatkan mutu pendidikan, terlebih setelah sebelumnya juga mendapatkan bantuan serupa pada tahun 2024.

Ia menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan di lingkungan madrasah memiliki nilai strategis yang lebih luas dibandingkan pembangunan fisik pada umumnya.
“Pembangunan gedung kelas seperti di MTsN 7 Malang ini, tidak bisa disamakan dengan pembangunan gedung pada umumnya. Karena gedung kelas ini, akan menjadi wadah terdidik dan tercetaknya generasi muda qurani yang kompatibel di berbagai bidang,” tegas Kankemenag dalam sambutannya.
Selain memberikan apresiasi, H. Sahid juga mengajak seluruh warga madrasah untuk turut serta mendukung proses pembangunan agar berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal. Ia menekankan pentingnya doa dan keterlibatan bersama demi keberhasilan proyek tersebut.
Di sisi lain, Kepala MTsN 7 Malang, H. Ahmad Ali, dalam kesempatan yang sama menyampaikan progres pembangunan yang direncanakan berlangsung selama enam bulan.
“Pelaksanaan masa pembangunan selama enam bulan dan diperkirakan selesai pada bulan Oktober 2026 mendatang,” ujarnya.
Kegiatan peletakan batu pertama ini diawali dengan pengantar dari pembawa acara Moch. Zainuddin, dan berlangsung dengan tertib serta khidmat. Hadir dalam kegiatan tersebut para guru, tenaga kependidikan, siswa, serta tamu undangan yang turut menyaksikan dimulainya pembangunan gedung baru tersebut.
Menutup arahannya, H. Sahid mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan untuk menjaga kualitas pelaksanaan. Ia meminta agar setiap unsur dapat saling mengawasi dan mengingatkan apabila terdapat ketidaksesuaian dalam proses pembangunan gedung ruang kelas tersebut.











