MALANG, ZonaJatim – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswi SMKN 1 Turen yang sukses meraih juara pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen ke-34 tingkat Provinsi Jawa Timur.
Dalam kompetisi itu, Zahra Aglenia Feronika, siswi kelas XI jurusan Bisnis Digital, berhasil meraih juara 2 pada bidang lomba Digital Marketing.
Kompetisi bergengsi tersebut digelar di SMKN 1 Surabaya pada 8–9 April 2026 dan diikuti puluhan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Zahra mengaku bangga bisa membawa nama baik sekolah sekaligus Kabupaten Malang di tingkat provinsi. Ia tidak menyangka perjuangannya mampu mengantarkannya hingga meraih posisi terbaik kedua di Jawa Timur.
“Rasanya tentu sangat bangga bisa membawa nama baik sekolah dan juga Kabupaten Malang di ajang LKS Dikmen ini. Jujur, saya tidak menyangka bisa sampai di titik ini, jadi ini benar-benar pengalaman yang sangat berharga untuk saya,” ujarnya.

Dalam kompetisi tersebut, Zahra harus bersaing dengan sekitar 63 peserta dari seluruh Jawa Timur. Ia mengaku sempat merasa gugup ketika melihat kemampuan peserta lain yang dinilai sangat kompetitif.
“Saat melihat peserta lain, jujur saya sempat merasa takut karena semua peserta terlihat sangat bagus dan kompeten. Tapi saya mencoba tetap tenang, berdoa, dan berusaha semaksimal mungkin. Saya percaya bahwa usaha tidak akan menghianati hasil,” katanya.
Pada bidang lomba Digital Marketing, peserta dituntut menyelesaikan berbagai tantangan praktik. Mulai dari roleplay penjualan produk, membuat konten video dan carousel media sosial, hingga melakukan live streaming selama dua jam penuh.
“Untuk lomba pertama ada roleplay penjualan sepeda motor Yamaha, kemudian membuat konten video dan carousel, lalu live streaming selama dua jam,” jelasnya.
Menurut Zahra, salah satu tantangan paling menegangkan terjadi saat sesi roleplay. Peserta hanya diberi waktu sekitar 30 detik untuk memahami kasus sebelum langsung mempraktikkan cara menghadapi pelanggan.
“Ada salah satu momen yang cukup menantang saat mendapatkan case roleplay. Saya hanya diberi waktu sekitar 30 detik untuk membaca lalu langsung praktik. Kebetulan saya mendapat karakter customer yang introvert, jadi saya harus cepat memahami cara komunikasi yang tepat dengan customer yang cenderung diam,” ungkapnya.
Selain kemampuan komunikasi, penilaian juri juga didasarkan pada performa live streaming dan strategi pemasaran digital yang dilakukan peserta.
“Kalau untuk live, ada screenshot laporan live di TikTok. Yang paling penting adalah rekomendasi live dari TikTok yang menentukan nilai peserta,” terangnya.

Untuk menghadapi kompetisi tersebut, Zahra mengaku rutin berlatih membuat konten digital dan live TikTok. Strategi itu dilakukan untuk memahami algoritma media sosial sekaligus meningkatkan kemampuan membangun interaksi dengan audiens.
“Strategi digital yang saya gunakan adalah rutin latihan live TikTok, upload konten, dan membuat carousel. Tujuannya agar bisa membangun algoritma TikTok supaya akun lebih mudah dikenal dan meningkatkan views,” katanya.
Persiapan menuju tingkat provinsi terbilang singkat karena jarak waktu antara lomba tingkat kabupaten dan provinsi hanya sekitar satu setengah bulan. Di tengah persiapan tersebut, Zahra juga menjalani praktik kerja lapangan di Yamaha SIP Kepanjen.
“Selain persiapannya cukup singkat, saya juga sempat magang di Yamaha SIP Kepanjen, dan dari sana saya belajar banyak tentang praktik langsung di dunia pemasaran,” ujarnya.
Keberhasilannya meraih juara 2 juga tidak lepas dari dukungan sekolah dan guru pembimbingnya di SMKN 1 Turen.
“Tentunya saya bisa sampai di titik ini juga berkat dukungan dari SMKN 1 Turen dan bimbingan dari guru saya, Ibu Laeli Chodriyah. Beliau sangat membantu saya, mulai dari yang awalnya saya hanya mengetahui dasar marketing online sampai akhirnya bisa berkembang dan mencapai tahap ini,” tuturnya.
Ketertarikan Zahra di dunia digital marketing ternyata sudah tumbuh sejak sebelum masuk jurusan Bisnis Digital. Ia melihat peluang industri digital yang terus berkembang sekaligus merasa nyaman berbicara di depan kamera.
“Sejak awal, saya memang sudah memiliki minat di bidang digital marketing dan konten. Sebelum memilih jurusan ini, saya melihat bahwa peluang di dunia digital sangat besar. Selain itu, saya juga suka berbicara di depan kamera, jadi saya merasa bidang ini sangat cocok dengan diri saya,” katanya.

Setelah meraih prestasi di tingkat provinsi, Zahra kini ingin lebih serius menekuni dunia digital marketing. Ia bahkan memiliki cita-cita menjadi content creator sekaligus host live profesional.
“Setelah meraih juara 2 ini, target saya ke depan adalah lebih serius terjun ke dunia digital marketing, khususnya menjadi content creator dan host live,” ujarnya.
Sebagai informasi, Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen ke-34 tingkat Provinsi Jawa Timur resmi ditutup oleh Khofifah Indar Parawansa di SMKN 12 Surabaya pada 9 April 2026. Tahun ini, ajang tersebut diikuti siswa SMK, SMA, hingga Madrasah Aliyah dengan total 52 bidang lomba dan dua eksibisi.











