Bojonegoro, ZonaJatim — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Universitas Bojonegoro (Unigoro) Kelompok 19 mendorong inovasi pengolahan jagung melalui pelatihan diversifikasi produk pangan di Balai Desa Turi, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut diikuti oleh 15 peserta yang terdiri atas ibu-ibu PKK dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Turi. Pelatihan ini menjadi salah satu program kerja KKN-TK Kelompok 19 untuk memanfaatkan potensi jagung lokal menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari penanggung jawab program kerja, Putri Puja Pratiwi, Ketua KKN-TK Kelompok 19 Ergy Yoga Pratama, serta Sekretaris Desa Turi, Lilik Ernawati, S.E. Setelah sambutan, peserta mendapatkan materi mengenai pemanfaatan jagung sebagai bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi tepung dan dikembangkan menjadi berbagai produk olahan.
Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan tepung jagung. Peserta mengikuti proses pengolahan mulai dari penyiapan dan pencucian jagung, perendaman, penggilingan, penyaringan, pengendapan, hingga pengeringan. Tepung yang dihasilkan kemudian dihaluskan kembali hingga siap digunakan sebagai bahan olahan.
Tidak berhenti pada pembuatan tepung, peserta juga diajak melakukan praktik diversifikasi produk. Tepung jagung yang telah dibuat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan mie jagung. Adonan kemudian diolah menjadi mie yang selanjutnya dimasak menjadi kwetiau. Selain itu, peserta juga mempraktikkan pemanfaatan tepung jagung untuk membuat kulit lumpia.
Ketua pelaksana kegiatan, Putri Puja Pratiwi, mengatakan pelatihan tersebut merupakan salah satu upaya untuk memanfaatkan potensi jagung yang ada di Desa Turi.
“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dari upaya kita untuk memanfaatkan potensi jagung yang ada di Desa Turi. Nantinya kita akan bersama-sama belajar bagaimana jagung bisa diolah menjadi tepung, mulai dari proses awal sampai menjadi tepung yang siap digunakan,” ujar Putri.

Menurutnya, pelatihan inovasi pangan di Desa Turi tersebut diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan masyarakat, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Praktik diversifikasi tersebut memberikan gambaran kepada peserta bahwa jagung tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan dalam bentuk biji, tetapi juga dapat diolah menjadi tepung sebagai bahan dasar berbagai produk makanan. Pengolahan tersebut menjadi salah satu bentuk diversifikasi pangan yang dapat memberikan alternatif pemanfaatan potensi jagung lokal.
Selama kegiatan berlangsung, peserta terlibat langsung dalam proses pengolahan dan pembuatan produk. Dengan adanya praktik secara langsung, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai proses pembuatan tepung jagung, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam mengembangkan tepung tersebut menjadi produk pangan yang lebih beragam.












