Malang, ZonaJatim – Mahasiswa UM-BBM Tematik Semester Antara 2025/2026 melakukan langkah strategis untuk memperluas pemasaran produk UMKM Della Muda, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, melalui kerja sama dengan UM-Mart Universitas Negeri Malang (UM).
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penyusunan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara UMKM Della Muda dan UM-Mart. Melalui kolaborasi ini, produk yang dihasilkan UMKM Della Muda memiliki kesempatan untuk dipasok dan dipasarkan di lingkungan UM.
Kehadiran produk Della Muda di UM-Mart diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas. Sasaran konsumennya tidak hanya mahasiswa, tetapi juga dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat yang berada di lingkungan Universitas Negeri Malang.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dari upaya mahasiswa dalam membangun pemasaran UMKM yang tidak berhenti setelah program kegiatan selesai. Mahasiswa UM-BBM merancang kerja sama tersebut agar dapat terus berjalan secara mandiri setelah masa pendampingan berakhir.
Mahasiswa UM-BBM Perkuat Pemasaran UMKM Della Muda
Kolaborasi dengan UM-Mart tidak berdiri sendiri. Program tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN bertajuk “Digitalisasi Pemasaran Produk melalui Media Sosial pada UMKM Della Muda Kecamatan Pujon.”
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendapatkan pendampingan dari Sujito, S.T., M.T., Ph.D. selaku Dosen Pendamping Lapangan.
Program tersebut berfokus pada sejumlah aspek penting dalam pengembangan UMKM, mulai dari penguatan manajemen usaha, peningkatan kapasitas produksi, pengembangan identitas produk, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan akses pasar.

Pendekatan tersebut dilakukan karena pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan meningkatkan promosi. Pelaku usaha juga membutuhkan sistem pengelolaan keuangan yang tertata, produksi yang konsisten, kemasan yang menarik, informasi produk yang jelas, serta saluran pemasaran yang mudah dijangkau konsumen.
Dengan pendekatan terpadu, mahasiswa tidak hanya membantu UMKM Della Muda memasarkan produk, tetapi juga mempersiapkan usaha agar lebih siap menghadapi kebutuhan pasar yang semakin kompetitif.
Aplikasi Manajemen Keuangan Bantu UMKM Kelola Usaha
Salah satu program yang mendapat perhatian ialah pengembangan dan pelatihan aplikasi manajemen keuangan untuk UMKM Della Muda.
Aplikasi tersebut digunakan untuk membantu pemilik usaha mencatat pemasukan dan pengeluaran, menghitung biaya produksi, serta memantau perputaran keuangan usaha.
Pencatatan keuangan yang lebih terstruktur dapat membantu pemilik UMKM mengetahui kondisi usaha secara lebih jelas. Data tersebut juga dapat menjadi dasar dalam menentukan harga jual produk berdasarkan biaya produksi yang sebenarnya.
Langkah ini penting karena kesalahan dalam menghitung biaya produksi dapat berdampak terhadap harga jual dan keuntungan usaha. Dengan pencatatan yang lebih tertib, pemilik usaha dapat mengambil keputusan berdasarkan data, bukan sekadar perkiraan.
Mahasiswa juga memberikan pendampingan secara langsung agar pemilik UMKM tidak hanya menerima aplikasi, tetapi mampu mengoperasikannya secara mandiri.
Kemampuan mengelola keuangan menjadi semakin penting ketika pemasaran produk mulai diperluas. Peningkatan penjualan harus diimbangi dengan pengelolaan arus kas yang baik agar pertumbuhan usaha dapat dipantau dan dikendalikan.
Asistensi Produksi Dukung Ketersediaan Produk
Selain manajemen keuangan, mahasiswa UM-BBM juga memberikan asistensi pada proses produksi di UMKM Della Muda.
Kegiatan tersebut meliputi penyiapan bahan baku, proses pembuatan produk, pengemasan, hingga berbagai pekerjaan pendukung dalam proses produksi.
Asistensi dilakukan untuk membantu menjaga ketersediaan produk selama program pemasaran berlangsung. Ketersediaan produk menjadi salah satu faktor penting ketika UMKM mulai memasuki saluran pemasaran baru seperti UM-Mart.
Mahasiswa bekerja bersama pemilik usaha, karyawan, serta siswa yang sedang menjalani praktik kerja lapangan di UMKM Della Muda. Kolaborasi tersebut menjadi pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk memahami proses produksi sekaligus pengelolaan usaha di lapangan.
Tidak hanya mengejar peningkatan jumlah produksi, tim juga memperhatikan konsistensi kualitas produk. Kerapian pengemasan turut menjadi perhatian agar produk yang dipasarkan mampu memberikan kesan baik kepada konsumen.
Branding dan Kemasan Perkuat Identitas Produk
Upaya memperluas pemasaran juga diikuti dengan penguatan identitas produk. Mahasiswa membantu mendesain dan menyediakan tas kemasan atau goodie bag yang dilengkapi identitas visual Della Muda.
Kemasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai wadah produk. Logo dan identitas usaha yang tercantum pada kemasan juga dapat menjadi media promosi.
Ketika konsumen membawa kemasan dengan identitas Della Muda, produk tersebut berpotensi lebih mudah dikenali oleh orang lain. Dengan demikian, kemasan dapat menjadi bagian dari strategi branding sederhana yang bisa dilakukan UMKM.
Dalam rencana pengembangan berikutnya, mahasiswa menargetkan pembuatan paper bag dan dus khusus dengan logo Della Muda. Tim juga membantu pemilik usaha mendapatkan informasi mengenai penyedia jasa percetakan.
Pendampingan tersebut diharapkan membuat UMKM mampu melanjutkan penggunaan kemasan secara mandiri setelah program KKN berakhir.
Kemasan yang rapi, konsisten, dan memiliki identitas visual juga menjadi modal penting ketika produk dipasarkan di lingkungan kampus melalui UM-Mart.
Katalog Digital dan WhatsApp Business Perluas Pemasaran
Program lainnya adalah pembuatan katalog produk dalam tiga bentuk, yakni katalog cetak, katalog digital, dan katalog melalui WhatsApp Business.
Katalog tersebut berisi informasi mengenai produk yang tersedia, tampilan produk, serta mekanisme pemesanan. Keberadaan katalog membantu konsumen mendapatkan informasi tanpa harus datang langsung ke lokasi produksi.
Katalog cetak dapat digunakan dalam kegiatan promosi secara langsung. Sementara katalog digital dapat dibagikan melalui media sosial maupun berbagai kanal komunikasi daring.
WhatsApp Business juga dimanfaatkan sebagai salah satu sarana untuk mempermudah konsumen melihat produk dan melakukan pemesanan.
Mahasiswa turut memberikan pendampingan agar pemilik UMKM Della Muda dapat memperbarui katalog secara mandiri. Informasi mengenai produk, harga, dan ketersediaan dapat disesuaikan ketika terjadi perubahan.
Strategi tersebut menjadi bagian dari digitalisasi pemasaran UMKM yang diharapkan mampu memperluas jangkauan konsumen. Konsumen yang telah mengenal produk Della Muda melalui UM-Mart juga dapat melakukan pemesanan ulang secara langsung melalui WhatsApp Business.
Kolaborasi Ditargetkan Berlanjut Setelah Program KKN
Kerja sama antara UMKM Della Muda dan UM-Mart menjadi salah satu hasil penting dari rangkaian program mahasiswa UM-BBM Tematik Universitas Negeri Malang.
Program tersebut dirancang tidak hanya menghasilkan kegiatan dalam jangka pendek. Setelah masa KKN selesai, UMKM Della Muda diharapkan dapat melanjutkan pemasokan produk ke UM-Mart secara mandiri.
Keberlanjutan menjadi salah satu tujuan utama dari pendampingan tersebut. Mahasiswa tidak hanya membantu membuka akses pasar, tetapi juga membekali pelaku usaha dengan kemampuan pengelolaan keuangan, produksi, branding, katalog, dan pemasaran digital.
Melalui kolaborasi tersebut, UMKM Della Muda memiliki peluang untuk memperkuat posisi produknya sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi pengalaman nyata dalam menerapkan ilmu dan keterampilan pemberdayaan masyarakat. Sementara bagi UMKM, pendampingan diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun sistem usaha yang lebih tertata dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara mahasiswa UM-BBM, UM-Mart, dan UMKM Della Muda menunjukkan bahwa pengembangan usaha lokal dapat dilakukan melalui kerja sama yang menggabungkan digitalisasi, penguatan manajemen, branding, produksi, dan perluasan akses pasar.











