Kediri, ZonaJatim – Bandara Dhoho Kediri diproyeksikan mulai melayani keberangkatan jemaah haji pada musim haji 2027. Kehadiran embarkasi baru ini diyakini akan membuat perjalanan menuju Tanah Suci lebih efisien karena calon jemaah dapat terbang langsung ke Arab Saudi tanpa harus transit untuk mengisi bahan bakar.
Rencana operasional embarkasi di Bandara Dhoho Kediri dinilai memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan skema keberangkatan melalui Bandara Juanda. Salah satu faktor utamanya adalah penggunaan pesawat Boeing 777 yang memiliki kapasitas penumpang lebih besar sekaligus mampu melakukan penerbangan jarak jauh secara langsung menuju Arab Saudi.
Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sukadi, menjelaskan bahwa keunggulan tersebut didukung oleh infrastruktur Bandara Dhoho Kediri, terutama panjang landasan pacu yang mencapai 3.300 meter.
Dengan panjang runway tersebut, Boeing 777 dapat lepas landas membawa muatan bahan bakar penuh sehingga tidak perlu melakukan transit di negara lain sebelum tiba di Arab Saudi.
Sebaliknya, Bandara Juanda memiliki landasan pacu sepanjang 3.000 meter. Kondisi tersebut membuat penerbangan haji selama ini umumnya menggunakan pesawat Airbus A330 yang masih memerlukan pemberhentian sementara untuk pengisian bahan bakar sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
Skema penerbangan langsung dari Bandara Dhoho Kediri diharapkan tidak hanya memangkas waktu perjalanan, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional penyelenggaraan ibadah haji. Efisiensi tersebut bahkan dinilai berpotensi menekan biaya operasional penerbangan.
Pemerintah menargetkan embarkasi di Bandara Dhoho Kediri mulai beroperasi pada musim haji tahun 2027.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan keberadaan embarkasi baru tersebut akan memberikan kemudahan bagi calon jemaah haji, terutama yang berasal dari kawasan Mataraman. Selain memangkas waktu tempuh menuju embarkasi, proses keberangkatan maupun kepulangan jemaah juga diharapkan menjadi lebih nyaman dan efektif.
“Insyaallah tahun depan Bandara Dhoho sudah bisa mulai digunakan untuk penerbangan haji. Terima kasih kepada Pak Menteri Haji dan Umrah atas semua ikhtiarnya. Semua persiapan terus kami lakukan bersama Kementerian Agama, Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura dan juga seluruh pihak terkait agar seluruh persyaratan dapat dipenuhi dengan baik,” katanya.
Nantinya, embarkasi di Bandara Dhoho Kediri diproyeksikan melayani sekitar 10.548 jemaah haji yang berasal dari 15 kabupaten/kota di Jawa Timur. Wilayah layanan tersebut meliputi Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten dan Kota Blitar, Nganjuk, Tulungagung, Trenggalek, Kabupaten dan Kota Madiun, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Jombang, serta Bojonegoro.
Dengan cakupan layanan yang luas serta dukungan fasilitas penerbangan jarak jauh, Bandara Dhoho Kediri diharapkan menjadi salah satu pusat embarkasi haji baru yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah asal Jawa Timur, khususnya wilayah Mataraman.










