Malang, ZonaJatim – PLTS ITN Malang menjadi salah satu upaya mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan di tingkat masyarakat. Melalui Program Studi Teknik Elektro S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, warga RW 13 Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang memperoleh edukasi dan pelatihan mengenai pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai bagian dari penguatan Kampung ProKlim yang mandiri dan berkelanjutan.
Kegiatan bertajuk “Cahaya Surya–Energi Berdaya: Edukasi dan Pelatihan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) – Membangun Kemandirian Energi Komunitas Menuju Kampung Iklim Berdaya dan Berkelanjutan” tersebut dilaksanakan pada Minggu (28/6/2026). Program ini menjadi bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan melibatkan dosen dan mahasiswa Teknik Elektro ITN Malang.
Pelatihan dipimpin Ketua Program Studi Teknik Elektro S-1 ITN Malang, Dr. Irmalia Suryani Faradisa, S.T., M.T., bersama pakar energi terbarukan Dr. Ir. Widodo Pudji Muljanto, M.T. Mereka memberikan pemahaman mengenai teknologi PLTS, mulai dari prinsip kerja, komponen utama, hingga perhitungan kebutuhan energi untuk rumah tangga maupun fasilitas umum.
“Kami punya kewajiban tridarma perguruan tinggi, yang salah satunya adalah pengabdian masyarakat. Kebetulan Prodi Teknik Elektro diberikan kesempatan oleh pihak RW 13 Madyopuro untuk berpartisipasi di acara ini sekaligus sebagai wadah abdimas bagi dosen-dosen kami. Harapannya, melalui sharing pengetahuan yang kami punya, masyarakat bisa langsung mengaplikasikannya di lingkungan sekitar,” ujar Irmalia saat ditemui di Kampus 2 ITN Malang, Senin (29/6/2026).
Pelaksanaan kegiatan tersebut didukung melalui pendanaan Small Grant Program FOLU Net Sink 2030, sebuah program stimulan lingkungan yang dikelola Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dengan dukungan Pemerintah Norwegia. Program ini bertujuan mendorong inovasi berbasis lingkungan dan memperkuat implementasi pembangunan rendah karbon melalui pengembangan energi baru terbarukan di tingkat komunitas.
Selain penyampaian materi, peserta juga memperoleh modul pembelajaran yang dapat digunakan sebagai panduan untuk mempelajari teknologi PLTS secara mandiri.

Dr. Ir. Widodo Pudji Muljanto menjelaskan bahwa masyarakat RW 13 telah memiliki komitmen dalam menjaga lingkungan melalui berbagai program pemberdayaan. Karena itu, pelatihan mengenai energi surya diharapkan menjadi pelengkap dalam mewujudkan kampung yang lebih ramah lingkungan.
“Di sini kami masuk memberikan pembekalan dan pemahaman kepada masyarakat mengenai pemanfaatan PLTS sebagai sumber energi hijau. Kami juga membagikan modul-modul panduan untuk mempermudah mereka belajar mandiri di rumah,” jelas Widodo.
Sesi praktik menjadi bagian yang paling menarik perhatian peserta. Empat mahasiswa Teknik Elektro ITN Malang dari semester enam dan delapan diterjunkan sebagai pendamping lapangan dengan membawa perangkat simulasi sistem PLTS, baik tipe on-grid maupun off-grid.
Dalam praktik tersebut, warga diajak mengenali setiap komponen PLTS, memahami proses pemasangan dasar, hingga menghitung estimasi kebutuhan daya listrik sesuai kebutuhan masing-masing.
“Warga sangat tertarik dan antusiasmenya tinggi sekali. Adik-adik mahasiswa sengaja membawa modul praktik mereka. Jadi saat sesi praktik, saya menyampaikan paparannya secara teoritis, lalu mahasiswa yang langsung mendampingi dan menjelaskan teknisnya saat simulasi instalasi. Mudah-mudahan ada program lanjutan dari kegiatan ini sehingga terjalin kerja sama yang kontinu dengan ITN Malang,” tambah Widodo.
Keterlibatan mahasiswa dalam pelatihan tersebut juga menunjukkan kesiapan lulusan Teknik Elektro ITN Malang di bidang energi baru terbarukan. Selama menempuh pendidikan, mahasiswa tidak hanya mempelajari teknologi PLTS secara akademik, tetapi juga dibekali sertifikasi kompetensi di bidang pembangkit listrik tenaga surya sebelum lulus.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Camat Kedungkandang, karang taruna, kader lingkungan, serta perwakilan Kampung ProKlim dari sejumlah wilayah lainnya.
Ketua RW 13 Madyopuro, Mochamat Sutanto, menyampaikan bahwa dukungan pendanaan melalui program small grant menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Bahkan, masyarakat juga berharap dapat mengikuti program lanjutan dengan mengunjungi instalasi PLTS di Kampus 2 ITN Malang untuk mempelajari penerapan teknologi tersebut secara lebih mendalam.











