Malang, ZonaJatim – Universitas Negeri Malang (UM) kembali mengukir prestasi di tingkat internasional setelah berhasil masuk dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026 dengan menempati peringkat 601–800 dunia.
Pencapaian tersebut menunjukkan komitmen UM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dalam pemeringkatan yang sebelumnya dikenal sebagai THE Impact Rankings tersebut, UM bersaing bersama 1.646 perguruan tinggi dari 116 negara dan teritori yang dinilai berdasarkan kontribusinya terhadap 17 target SDGs melalui berbagai aspek, mulai dari penelitian hingga pengabdian kepada masyarakat.
Tahun ini, pengumuman hasil pemeringkatan memiliki makna tersendiri bagi Indonesia karena disampaikan dalam ajang Global Sustainable Development Congress yang berlangsung di Jakarta pada 22–25 Juni 2026. Indonesia pun menjadi pusat pembahasan isu keberlanjutan dunia sekaligus panggung bagi perguruan tinggi nasional untuk menunjukkan kiprahnya.
Prestasi terbaik UM tercatat pada indikator SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan menempati peringkat 201–300 dunia. Selain itu, sejumlah indikator lainnya juga menunjukkan hasil yang kompetitif.
Adapun capaian UM pada masing-masing indikator meliputi:
- SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): peringkat 201–300 dunia.
- SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): peringkat 401–600 dunia.
- SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau): peringkat 401–600 dunia.
- SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): peringkat 401–600 dunia.
- SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera): peringkat 601–800 dunia.
- SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim): peringkat 601–800 dunia.
- SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): peringkat 1.001–1.500 dunia.
- Peringkat keseluruhan (overall): 601–800 dunia.
Penilaian dalam THE Sustainability Impact Ratings dilakukan melalui empat aspek utama, yakni riset, tata kelola sumber daya (stewardship), keterlibatan masyarakat, dan pembelajaran. Dengan indikator tersebut, capaian UM dinilai mencerminkan kontribusi yang tidak hanya berfokus pada publikasi ilmiah, tetapi juga implementasi nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Keunggulan UM pada SDG 4 dan SDG 8 dinilai selaras dengan karakter universitas yang berfokus pada bidang pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi.
Wakil Rektor IV UM, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa prinsip keberlanjutan telah diterapkan dalam berbagai aktivitas di lingkungan kampus.
“Pengakuan dari THE Sustainability Impact Ratings 2026 menegaskan bahwa keberlanjutan telah menjadi denyut keseharian Universitas Negeri Malang—dari ruang kuliah dan laboratorium riset hingga program pengabdian di desa dan sekolah. Capaian terbaik kami pada SDG 8 membuktikan bahwa karya akademik UM benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat, mendorong pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Prof. Munjin.
Ia menambahkan, hasil tersebut menjadi motivasi bagi UM untuk terus memperluas dampak positif melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Prof Munjin menyebut, pencapaian ini akan menjadi pijakan UM untuk terus melangkah lebih jauh. Kampusnya berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kami terus memperkuat kolaborasi dengan mitra pemerintah, industri, dan jejaring global, serta memperluas praktik kampus hijau agar dampak keberlanjutan kami semakin terukur dan meluas,” tuturnya.
Melalui pencapaian ini, Universitas Negeri Malang menegaskan komitmennya untuk terus mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya UM memenuhi standar internasional, termasuk THE Sustainability Impact Ratings, QS Sustainability, dan UI GreenMetric.












