MALANG, ZonaJatim – Inovasi pangan berbahan daun singkong mengantarkan murid SMK Negeri 1 Turen meraih prestasi di tingkat nasional. Melalui produk KRIPARU, Dwi Haikal Hidayat dari kelas XII KLN 3 dan Kholishotul Fikriyah dari kelas XI KLN 3 berhasil meraih juara 2 Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2026 kategori Bisnis Kuliner Pengembangan Usaha.
KRIPARU sendiri merupakan produk keripik berbahan dasar daun singkong yang dikembangkan kedua murid SMKN 1 Turen sejak 2025. Produk ini lahir dari upaya memanfaatkan bagian tanaman singkong yang selama ini belum optimal diolah, khususnya daun singkong yang banyak tersedia di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
Kepala SMKN 1 Turen, Dr. Suyitno, M.Pd., menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan murid dalam mengembangkan inovasi sekaligus menerapkan keterampilan yang diperoleh selama pendidikan.
“Keberhasilan SMKN 1 Turen dalam ajang talenta Fiksi Tk. Nasional 2026 membuktikan bahwa murid SMKN 1 Turen tidak hanya memiliki keterampilan teknis tetapi juga kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, teamwork, dan komunikasi sehingga mampu mewujudkan inovasi dan kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.”
Menurutnya, capaian tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan kejuruan dapat mendorong murid untuk mengembangkan gagasan, memecahkan persoalan di lingkungan sekitar, serta menciptakan peluang usaha yang bernilai ekonomi.
KRIPARU, Inovasi Daun Singkong Menjadi Keripik
Guru pembimbing tim SMKN 1 Turen, Merinda Kusmaningtyas, S.Pd., menjelaskan bahwa KRIPARU berawal dari pengamatan terhadap potensi lokal di Kecamatan Turen. Wilayah tersebut memiliki banyak usaha rumahan yang mengolah singkong, tetapi pemanfaatannya selama ini lebih banyak berfokus pada bagian umbi.
Daun singkong yang belum dimanfaatkan secara optimal kemudian menjadi bahan utama inovasi yang dikembangkan para murid. Dalam prosesnya, tim juga menjalin kolaborasi riset terkait singkong dengan perusahaan keripik lokal.
Merinda menjelaskan, daun singkong diolah dengan memanfaatkan hati ayam, kemudian dicampur dengan bumbu racikan sendiri. Hasil olahan tersebut menghasilkan keripik dengan cita rasa yang menyerupai keripik paru sapi.

Tidak berhenti pada satu rasa, tim KRIPARU juga mengembangkan sejumlah varian, di antaranya rendang dan seblak. Bumbu untuk setiap varian diracik sendiri oleh para murid, bukan menggunakan bumbu instan yang sudah jadi.
Pengembangan produk tersebut menjadi salah satu keunggulan KRIPARU karena menggabungkan pemanfaatan bahan lokal, kreativitas pengolahan pangan, dan peluang usaha.
Menurut Merinda, KRIPARU mulai dirintis pada 2025. Pada tahap awal, produk tersebut masih dijual dengan kemasan plastik sederhana. Seiring proses pembinaan dan pengembangan usaha, produk itu kemudian dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional.
Bersaing dengan Ribuan Proposal hingga Babak Final
Perjalanan KRIPARU menuju podium nasional tidak berlangsung singkat. Tim harus melewati tahapan seleksi dalam kompetisi yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Merinda menjelaskan bahwa kompetisi tersebut diikuti ribuan proposal usaha di kategori bisnis kuliner. Peserta dikelompokkan dalam kategori perencanaan usaha dan pengembangan usaha sebelum melalui tahapan seleksi berikutnya.
“Mulai Mei tahap 1, ada sekitar 6000 proposal lomba di bisnis kuliner, nah ini dibagi kategori perencanaan dan pengembangan usaha, hingga nantinya di babak final tahap 3 ada 5 tim peserta.”
Pada babak final, tim SMKN 1 Turen berhadapan dengan peserta dari Aceh, dua tim dari Yogyakarta, serta satu tim lain dari Jawa Timur, yakni SMAN 5 Surabaya. Dari lima tim yang bertanding, dua di antaranya berasal dari SMK, sedangkan tiga lainnya dari SMA.
Tahap akhir kompetisi mencakup presentasi dan pameran atau expo produk. Dalam proses tersebut, peserta tidak hanya dituntut menjelaskan inovasi yang dikembangkan, tetapi juga menunjukkan kualitas produk dan potensinya untuk diterima pasar.
Merinda menilai keunggulan KRIPARU terletak pada produknya serta kemampuan tim dalam mempresentasikan usaha yang dikembangkan.
“Penilaian kami menonjol di produk dan presentasinya, terutama di produk kami yang paling karena bisa diterima customer.”
Menurutnya, penerimaan konsumen menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan KRIPARU. Produk yang berangkat dari ide sederhana tersebut terus diperbaiki agar memiliki kualitas dan daya tarik yang lebih baik.
Dukungan Sekolah dan Kolaborasi Tim
Keberhasilan KRIPARU tidak hanya ditopang oleh dua murid yang menjadi peserta lomba. Dalam proses produksi, pengembangan, dan penyempurnaan produk, keduanya juga mendapatkan bantuan dari teman-teman sekolah.
Merinda menjelaskan bahwa gagasan awal berasal dari murid. Pihak sekolah kemudian memberikan arahan agar potensi usaha yang telah dirintis dapat dikembangkan dan diikutsertakan dalam kompetisi.
Dari sejumlah gagasan yang ada, KRIPARU akhirnya dipilih untuk dikembangkan lebih lanjut. Sekolah juga memberikan fasilitasi penuh, sementara guru pembimbing terus mendampingi tim melalui masukan dan arahan agar kualitas produk semakin baik.
Meskipun hanya dua murid yang tercatat sebagai anggota tim lomba, proses pengembangan KRIPARU melibatkan dukungan teman-teman lainnya. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan produk hingga meraih prestasi nasional.
Bagi Dwi Haikal Hidayat, keberhasilan tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus menambah motivasi untuk mengembangkan usaha.
“Untuk kesannya yang pasti bangga serta bersyukur, karena kami dapat meraih medali perak dalam ajang Festival Inovasi Dan Kewirausahaan Siswa Indonesia 2026. Yang mana lomba ini tingkatnya sudah nasional, selain menjadi kebanggaan untuk kami sendiri dan sekolah, prestasi ini juga membanggakan untuk Kabupaten Malang dan Provinsi Jawa Timur.”
Haikal berharap pencapaian tersebut menjadi awal bagi perkembangan KRIPARU agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Pengalaman mengikuti kompetisi nasional juga menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas produk dan memperkuat usaha yang telah dirintis.
“Harapan kedepannya pasti kami ingin bisnis kami terus berkembang daripada sekarang ini, Kami akan mencoba menjangkau pasar yang lebih luas lagi, Agar produk KRIPARU kami lebih mudah untuk di jangkau dan di nikmati
Dengan sudah mendapatkan pengalaman berharga seperti kemarin ini menambah motivasi kami untuk bisa lebih berkembang lagi.”
Prestasi KRIPARU dalam FIKSI Nasional 2026 menjadi capaian membanggakan bagi SMKN 1 Turen sekaligus menunjukkan potensi pengembangan kewirausahaan berbasis kearifan lokal. Pemanfaatan daun singkong yang sebelumnya kurang optimal diolah menjadi produk bernilai jual memperlihatkan bagaimana ide kreatif murid dapat dikembangkan menjadi peluang bisnis.












