SURABAYA, ZonaJatim – Jawa Timur mencatatkan sejarah baru dalam Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2026. Untuk pertama kalinya, provinsi ini berhasil meraih gelar juara umum setelah mengumpulkan 18 medali dalam kompetisi kewirausahaan pelajar tingkat nasional tersebut.
Dikutip dari RRI, capaian itu terdiri atas enam medali emas, tujuh perak, dan lima perunggu. Hasil tersebut mengantarkan Jawa Timur ke posisi teratas dalam ajang yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
DKI Jakarta menempati peringkat kedua dengan raihan tujuh medali, yakni lima emas dan dua perunggu. Sementara itu, Daerah Istimewa Yogyakarta berada di posisi ketiga setelah mengoleksi 11 medali, terdiri atas tiga emas, empat perak, dan empat perunggu.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi keberhasilan para pelajar tersebut. Menurutnya, prestasi itu mencerminkan kemampuan siswa dalam mengembangkan ide kreatif dan inovatif menjadi peluang usaha yang berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat.
Khofifah, Senin (19/10/2026), menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menunjukkan tekad dan kesiapan para siswa untuk bersaing sebagai wirausahawan masa depan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada peserta, guru pendamping, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut.
Pembinaan Kewirausahaan Pelajar Diperkuat
Khofifah menilai keberhasilan Jawa Timur tidak terlepas dari upaya berkelanjutan pemerintah provinsi dalam membangun ekosistem kewirausahaan di sekolah. Program Double Track dan penguatan pendidikan SMK berbasis industri menjadi bagian dari upaya menyiapkan siswa agar memiliki keterampilan usaha sekaligus mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.
Ia menegaskan bahwa pendidikan kewirausahaan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian keuntungan. Para pelajar juga perlu didorong untuk menciptakan usaha yang mampu membuka lapangan kerja, mandiri secara ekonomi, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sosial.
Pendekatan sociopreneurship menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam pengembangan kewirausahaan tersebut. Melalui pendekatan ini, inovasi bisnis diharapkan tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menawarkan solusi terhadap persoalan sosial dan lingkungan.
Pendampingan Intensif Jadi Faktor Pendukung
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa keberhasilan kontingen Jatim turut didukung pembentukan tim pembinaan serta pendampingan intensif menjelang kompetisi.
Proses persiapan dilakukan melalui tiga tahap coaching clinic. Materi pendampingan meliputi pematangan gagasan, penyempurnaan laporan, hingga latihan presentasi agar para peserta mampu menjelaskan inovasinya dengan baik di hadapan dewan juri.
Program tersebut melibatkan pakar, berbagai lembaga terkait, pihak sekolah, serta orang tua siswa. Setiap gagasan dan laporan peserta ditelaah untuk menemukan bagian yang perlu diperbaiki sebelum memasuki tahap penilaian.
Aries menyampaikan bahwa tim pendamping membahas karya para pelajar secara terperinci, memperkuat aspek yang masih kurang, dan melatih kemampuan presentasi peserta. Upaya itu dilakukan agar inovasi yang diajukan dapat disampaikan secara jelas dan meyakinkan.
Menurut Aries, FIKSI 2026 juga menekankan keterpaduan tiga sektor utama, yakni ekonomi hijau, ekonomi kreatif, dan ekonomi digital. Ketiga bidang tersebut menjadi landasan bagi siswa untuk merancang usaha yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mampu menghadapi tantangan masa depan.
Ia berharap pembinaan kewirausahaan di sekolah dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan ekologi.










