Malang, ZonaJatim – Universitas Negeri Malang Naik ke Peringkat 430 Asia dalam pemeringkatan QS Asia University Rankings (AUR) 2027. Capaian ini menjadi kabar membanggakan bagi dunia pendidikan tinggi Indonesia, setelah UM berhasil memperbaiki posisinya secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam pemeringkatan terbaru tersebut, UM naik 107 peringkat di tingkat Asia, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi yang terus meningkatkan daya saing di kawasan regional maupun internasional.
Peningkatan tersebut diumumkan pada 3 November 2026, bertepatan dengan penyelenggaraan QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 di Bali International Convention Centre (BICC), Nusa Dua, Bali. Forum internasional yang berlangsung pada 3–5 November 2026 ini diselenggarakan oleh lembaga pemeringkatan pendidikan tinggi dunia, QS Quacquarelli Symonds, dan diikuti lebih dari 1.600 peserta dari berbagai negara.
Peserta yang hadir berasal dari beragam kalangan, mulai dari pimpinan perguruan tinggi, akademisi, perwakilan industri, hingga unsur pemerintah di kawasan Asia Pasifik. Pertemuan tersebut menjadi ruang strategis bagi institusi pendidikan tinggi untuk membahas perkembangan pendidikan global, memperluas hubungan kelembagaan, serta merumuskan langkah dalam menghadapi persaingan perguruan tinggi di tingkat internasional.
Dalam kegiatan tersebut, Universitas Negeri Malang mengutus dua perwakilan, yakni Kepala Subdirektorat Pemeringkatan, Ir. Nurul Hidayat, S.Si., M.Si., Ph.D., serta Kepala Seksi Monitoring dan Evaluasi, Achmad Taufani Irawan, S.Pd., M.T. Kehadiran delegasi UM menjadi bagian dari upaya institusi dalam memperkuat strategi pengembangan reputasi akademik dan meningkatkan pengakuan internasional.
Keikutsertaan UM dalam forum pendidikan tinggi internasional tersebut tidak sekadar menjadi agenda kehadiran dalam konferensi. Lebih dari itu, kegiatan ini dimanfaatkan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai perkembangan metodologi pemeringkatan universitas dunia, membangun komunikasi dengan berbagai institusi pendidikan, serta membuka peluang kerja sama lintas negara.
Selama tiga hari penyelenggaraan, delegasi UM mengikuti sejumlah sesi diskusi dan pemaparan yang membahas berbagai tantangan serta peluang dalam pengembangan pendidikan tinggi. Beberapa topik yang menjadi perhatian meliputi sistem pemeringkatan universitas, penguatan kemitraan internasional, peningkatan kualitas penelitian, hingga pengembangan inovasi di lingkungan perguruan tinggi.
Salah satu fokus penting dalam kegiatan tersebut adalah pendalaman metodologi QS World University Rankings. Melalui berbagai materi yang disampaikan, delegasi UM memperoleh gambaran mengenai indikator dan kriteria yang digunakan dalam menilai kualitas serta reputasi perguruan tinggi pada tingkat global. Informasi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi UM untuk menyusun langkah strategis dalam meningkatkan performa institusi pada pemeringkatan berikutnya.
Selain mengikuti agenda konferensi, perwakilan UM juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog dengan pimpinan perguruan tinggi, akademisi, mitra industri, serta tim QS Quacquarelli Symonds. Pertemuan tersebut membuka ruang pertukaran informasi mengenai praktik baik pengelolaan pendidikan tinggi sekaligus penjajakan potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan pada masa mendatang.
Melalui interaksi dengan komunitas pendidikan internasional, UM juga berkesempatan memperkenalkan profil kelembagaan dan berbagai capaian yang telah diraih. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas eksposur institusi sekaligus membangun reputasi Universitas Negeri Malang di tengah persaingan perguruan tinggi di Asia dan dunia.
Capaian terbaru dalam QS Asia University Rankings 2027 semakin memperkuat alasan UM untuk terus mengembangkan strategi internasionalisasi. Berdasarkan hasil pemeringkatan tersebut, posisi UM mengalami peningkatan pada tiga kategori wilayah, yakni nasional, Asia Tenggara, dan Asia.
Pada tingkat nasional, UM berhasil memperbaiki posisinya dari peringkat 25 menjadi peringkat 18. Sementara itu, di kawasan Asia Tenggara, posisinya meningkat dari peringkat 101 menjadi peringkat 82. Peningkatan paling signifikan terlihat pada pemeringkatan tingkat Asia, ketika UM berhasil bergerak dari posisi 537 menuju peringkat 430.

Dengan demikian, Universitas Negeri Malang mencatat kenaikan sebanyak tujuh posisi di tingkat nasional, 19 posisi di Asia Tenggara, dan 107 posisi di tingkat Asia. Perubahan tersebut menunjukkan adanya perkembangan positif dalam daya saing institusi sekaligus menjadi dorongan bagi UM untuk terus memperbaiki kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Kenaikan peringkat ini tentu bukan sekadar pencapaian angka dalam sebuah pemeringkatan. Posisi yang semakin baik menjadi salah satu indikator penguatan reputasi akademik dan pengakuan terhadap perkembangan institusi di lingkungan pendidikan tinggi internasional. Meski demikian, hasil tersebut juga menjadi bahan refleksi agar peningkatan kualitas dapat terus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Upaya memperkuat reputasi internasional juga berkaitan erat dengan pengembangan jejaring dan kolaborasi antarnegara. Dalam konteks ini, partisipasi UM pada QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 memiliki relevansi dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Kontribusi tersebut tercermin melalui upaya membangun hubungan dengan berbagai perguruan tinggi, sektor industri, dan pemangku kepentingan internasional. Langkah ini sejalan dengan Target 17.6 yang mendorong peningkatan kerja sama internasional dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, serta Target 17.16 yang menekankan pentingnya kemitraan multipihak dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Di sisi lain, penguatan kualitas pendidikan juga menjadi bagian penting dari agenda tersebut. Hal ini selaras dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, terutama Target 4.3 yang mendorong kesetaraan akses terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas. Pertukaran pengalaman dan praktik baik dalam forum internasional diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi pengembangan sistem pendidikan dan peningkatan mutu layanan akademik di UM.
Pengembangan kerja sama penelitian dan inovasi juga memiliki keterkaitan dengan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Secara khusus, Target 9.5 mendorong peningkatan kapasitas penelitian ilmiah serta pengembangan teknologi dan inovasi. Melalui jejaring internasional dan komunikasi dengan mitra industri, UM memiliki peluang untuk memperluas kolaborasi riset yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Meski berhasil mencatat peningkatan peringkat yang cukup besar, UM masih menghadapi tantangan untuk memastikan bahwa hasil konferensi dan hubungan internasional yang telah dibangun dapat memberikan dampak nyata. Kerja sama yang dijajaki perlu ditindaklanjuti melalui program yang terukur agar tidak berhenti pada pertukaran informasi atau pertemuan selama konferensi.
Sebagai langkah lanjutan, UM menyiapkan sejumlah agenda strategis, di antaranya menyosialisasikan hasil keikutsertaan dalam konferensi kepada pihak internal, menyusun strategi peningkatan peringkat universitas, serta memperkuat tata kelola data yang berkaitan dengan pemeringkatan. Pengelolaan data yang baik menjadi salah satu aspek penting untuk memastikan setiap indikator kinerja institusi dapat dipantau, dievaluasi, dan ditingkatkan secara konsisten.
Kepala Subdirektorat Pemeringkatan UM, Nurul Hidayat, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam forum internasional tersebut memberikan perspektif baru mengenai arah perkembangan sistem pemeringkatan perguruan tinggi, khususnya di kawasan Asia Pasifik.
“Forum ini memberikan gambaran baru tentang arah pemeringkatan universitas di Asia Pasifik. Wawasan serta jejaring yang telah diperoleh akan kita terjemahkan menjadi strategi nyata untuk terus meningkatkan rekognisi global UM,” ungkap Nurul Hidayat.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peningkatan reputasi universitas membutuhkan proses berkelanjutan yang didukung oleh perencanaan, evaluasi, dan kolaborasi. Keberhasilan memperbaiki posisi dalam pemeringkatan internasional perlu diikuti dengan peningkatan kualitas pembelajaran, produktivitas penelitian, inovasi, serta perluasan kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat.
Ke depan, Universitas Negeri Malang diharapkan mampu mengoptimalkan berbagai peluang kemitraan yang telah terbuka melalui forum internasional. Kolaborasi dengan perguruan tinggi dan mitra industri dari berbagai negara dapat menjadi modal penting untuk memperkuat ekosistem pendidikan, penelitian, dan inovasi.
Capaian dalam QS Asia University Rankings 2027 sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh elemen kampus untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing institusi. Dengan memperkuat tata kelola, mengembangkan jejaring akademik, serta mendorong inovasi secara berkelanjutan, UM berupaya mempertahankan tren positif dalam pemeringkatan perguruan tinggi.
Melalui berbagai langkah tersebut, Universitas Negeri Malang Naik ke Peringkat 430 Asia bukan hanya menjadi catatan keberhasilan dalam pemeringkatan internasional, melainkan juga momentum penting untuk memperkuat reputasi akademik, memperluas kemitraan global, dan meningkatkan kontribusi UM dalam pengembangan pendidikan tinggi yang berkualitas di tingkat nasional maupun internasional.











