ZonaJatim – UIBU Malang bekali calon guru cegah bullying melalui pendekatan pembelajaran yang berbeda dari biasanya. Alih-alih hanya mengandalkan seminar atau ceramah, Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang mengajak mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) mengikuti outbound dan pembelajaran berbasis gamifikasi untuk menanamkan nilai-nilai anti-perundungan.
Sebanyak 89 mahasiswa PPG Calon Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) mengikuti kegiatan yang berlangsung di Kampus C UIBU, Jalan Citandui Nomor 46, Kota Malang. Seluruh rangkaian dikemas dalam konsep “Sing Penting Heppiee”, yakni metode belajar yang mengutamakan suasana menyenangkan agar materi lebih mudah dipahami sekaligus diterapkan dalam kehidupan nyata.
Melalui kegiatan ini, UIBU Malang bekali calon guru cegah bullying dengan pengalaman langsung. Para peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga mengikuti berbagai permainan kelompok yang dirancang untuk menumbuhkan kerja sama, rasa saling menghargai, kekompakan, serta kemampuan menyelesaikan masalah bersama.
Rektor UIBU Malang, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si., menegaskan bahwa pendidikan mengenai bullying akan lebih efektif apabila dipelajari melalui praktik nyata dibandingkan sekadar penyampaian materi di ruang kelas.
“Kami meyakini bahwa materi bullying itu tidak cukup hanya untuk diceramahi, tetapi harus dipraktikkan langsung. Mahasiswa mempraktikkannya bersama rekan sejawat melalui berbagai aktivitas,” ujar Nurcholis, dikutip dari MalangTimes.com.
Selain outbound, mahasiswa juga mengikuti sesi Heppiee Interactive Learning, yaitu pembelajaran berbasis gamifikasi melalui kuis digital bertema kebinekaan. Dengan memanfaatkan gawai masing-masing, peserta menguji pemahaman mereka secara interaktif dalam suasana yang santai namun tetap edukatif.
Menurut Nurcholis, metode pembelajaran yang menyenangkan mampu meningkatkan efektivitas penyampaian materi tanpa mengurangi substansi pendidikan karakter yang ingin ditanamkan kepada calon guru.
“Pendidikan atau ilmu itu akan lebih gampang diterima kalau dalam keadaan Heppiee. Oleh karena itu, seluruh rangkaian kegiatan dikemas dengan sangat menyenangkan tanpa mengurangi esensi dari muatan materi kebinekaan dan anti-bullying itu sendiri,” tegas Nurcholis, dikutip dari MalangTimes.com.
Ia juga mengingatkan bahwa tindakan bullying sering kali dilakukan tanpa disadari. Karena itu, calon guru harus memiliki kepekaan untuk mengenali berbagai bentuk perundungan sekaligus mampu mengambil langkah yang tepat ketika menemukannya di lingkungan sekolah.
“Mungkin saja kita sadar atau tidak sadar pernah melakukan tindakan bullying dalam kehidupan sehari-hari. Melalui momentum ini, kita terus genjot para mahasiswa agar siap menjadi generasi yang berbudi utama,” pungkasnya, dikutip dari MalangTimes.com.
Pendekatan pembelajaran tersebut mendapat apresiasi dari para peserta. Yohan Ari Kurnia menilai metode outbound dan permainan interaktif membuat materi anti-bullying lebih mudah dipahami dibandingkan hanya mengikuti seminar.
“Kalau di kampus-kampus lain mungkin dibuat seminar, tapi kalau di Universitas Insan Budi Utomo ini dibuat lebih lagi dengan game outbound, game interaktif. Banyak sekali nilai yang diajarkan, terutama saling menghargai antar-teman, antar-kawan,” ungkapnya, dikutip dari MalangTimes.com.
Hal senada disampaikan Khoridyah Maulidah Annabilah. Menurutnya, kegiatan tersebut meningkatkan kesadaran calon guru untuk lebih sigap menghadapi kasus perundungan di lingkungan sekolah.
“Dengan acara ini, kami sebagai calon guru menjadi lebih aware lagi dan lebih bisa menanggapi apa yang harus kita lakukan jika menemukan hal-hal seperti ini, sekaligus mencarikan solusi terbaik di sekolah,” tandasnya, dikutip dari MalangTimes.com.
Melalui perpaduan aktivitas fisik, kolaborasi, dan teknologi digital, UIBU Malang bekali calon guru cegah bullying agar tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu membangun lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari praktik perundungan ketika nantinya terjun sebagai pendidik di berbagai daerah di Indonesia.











