ZonaJatim – Industri hardware komputer kembali diguncang oleh persaingan sengit antara dua raksasa teknologi, AMD dan Intel. Kali ini, medan pertempuran beralih ke sektor kartu grafis terintegrasi atau integrated graphics processing unit (iGPU) generasi terbaru. Pertarungan sengit bertajuk ultimate iGPU showdown ini mempertemukan AMD Radeon 8060S yang tertanam pada prosesor monster Ryzen AI Max+ 395 melawan Intel Arc B390 yang menjadi motor penggerak dari arsitektur Panther Lake pada prosesor Core Ultra 388H. Pengujian independen yang dirilis oleh kanal teknologi terkemuka ETA Prime serta diulas oleh Geeky Gadgets menguak fakta mengejutkan mengenai bagaimana batas daya atau Thermal Design Power (TDP) dapat mengubah peta kemenangan secara total.

Adu Spesifikasi: RDNA 3.5 Melawan Xe3 Panther Lake
Fokus pengujian ini terletak pada performa iGPU Forza Horizon 6 untuk melihat sejauh mana cip grafis terintegrasi modern mampu menjalankan game AAA tanpa bantuan kartu grafis diskrit (dedikasi). Di atas kertas, kedua kubu membawa spesifikasi arsitektur yang sangat kontras.
AMD mempersenjatai Radeon 8060S dengan arsitektur RDNA 3.5 yang masif, mencakup 40 compute units (CU), kecepatan clock hingga 2.900 MHz, serta didukung oleh lebar memory bus 256-bit dan RAM LPDDR5 berkecepatan 8.000 MT/s. Sebaliknya, Intel Core Ultra 388H yang mengusung arsitektur Panther Lake mengandalkan iGPU Intel Arc B390 berbasis arsitektur Xe3. Cip ini membawa 12 Xe3 cores dengan kecepatan maksimal 2.500 MHz, dipadukan dengan memory bus 128-bit, namun unggul dalam kecepatan memori RAM LPDDR5 yang menyentuh angka fantastis 9,600 MT/s.

Uji Performa Tinggi (65W): A
MD Dominasi Mentah di 1080p
Pada pengujian performa tinggi dengan batas daya mencapai 65W TDP, AMD Radeon 8060S menunjukkan dominasi mentah yang tidak tertandingi oleh Intel. Arsitektur RDNA 3.5 milik AMD benar-benar memanfaatkan pasokan daya yang melimpah untuk melibas Forza Horizon 6.
Secara keseluruhan, AMD memimpin telak dengan rata-rata keunggulan performa mencapai 38% di atas Intel dalam berbagai skenario pengaturan grafis. Sebagai bukti konkret, saat game dijalankan pada resolusi standar 1080p dengan pengaturan grafis High, sistem AMD Ryzen mampu memuntahkan performa rata-rata hingga 94 FPS (Frame Per Second). Di sisi lain, Intel Arc B390 tertinggal cukup jauh di belakang dengan hanya mencatatkan angka 68 FPS. Ketika resolusi ditingkatkan ke tahap yang lebih tinggi yaitu 1440p, keunggulan AMD semakin melebar berkat sokongan memory bus 256-bit yang jauh lebih lebar.


Penurunan Daya 30W dan Skenario Upsca
ling FSR vs XeSS
Memasuki pengujian dengan skenario penskalaan resolusi pintas menggunakan teknologi upscaling masing-masing kubu—yakni FidelityFX Super Resolution (FSR) milik AMD melawan Xe Super Sampling (XeSS) milik Intel—serta penurunan daya ke tingkat menengah seperti 30W TDP, peta persaingan mulai mengalami pergeseran.
Pada level watt menengah ini, cip AMD Radeon 8060S sejatinya masih mempertahankan keunggulannya dan memimpin jalannya balapan di Forza Horizon 6. Namun, satu hal yang krusial untuk dicatat adalah jarak atau gap performa antara keduanya mulai menyempit seiring dengan semakin diturunnya pasokan daya watt ke dalam sistem. Di sinilah efisiensi dari arsitektur grafis mulai memegang peranan yang sangat penting menggantikan kekuatan murni.

Kejutan Mode Handheld (18W): Intel Arc B390 Rebut Mahkota Efisiensi
Plot twist terbesar dalam pengujian ini terjadi ketika kedua komputer jinjing ini dipaksa beroperasi pada tingkat daya sangat rendah, yaitu 18W TDP atau yang biasa dikenal sebagai “Handheld Mode” (mode konsol genggam). Secara mengejutkan, arsitektur Intel Panther Lake membalikkan keadaan dengan sangat gemilang dan merebut mahkota sebagai raja efisiensi (efficiency king).
Pada daya yang sangat terbatas ini, Intel Arc B390 justru berhasil mengalahkan AMD Radeon 8060S dengan keunggulan performa mencapai 32%. Struktur hibrida dan efisiensi arsitektur Xe3 terbukti jauh lebih optimal dalam mengelola daya minim. Sebaliknya, performa AMD Radeon 8060S justru merosot tajam; jumlah compute units yang besar (40 CU) justru menjadi bumerang karena kelaparan daya dan tidak dapat bekerja secara efektif pada batas 18W.
Kesimpulan: Pilih Raw Power AMD atau Efisiensi Intel?
Melalui perbandingan intensif ini, kesimpulan akhir menunjukkan bahwa kedua raksasa memiliki target pasar yang sangat berbeda berkat filosofi desain mereka. AMD dengan Radeon 8060S adalah pilihan mutlak bagi para gamer yang mengejar performa grafis murni pada perangkat mini PC atau laptop gaming konvensional yang selalu terhubung dengan daya listrik tinggi.
Namun bagi industri perangkat genggam atau handheld gaming device seperti suksesor Steam Deck atau ROG Ally yang sangat bergantung pada daya tahan baterai, arsitektur Intel Panther Lake dengan Arc B390 telah membuktikan diri sebagai kandidat terkuat yang siap mendominasi masa depan perangkat gaming portabel. Perang iGPU kini bukan lagi sekadar tentang siapa yang memiliki cip paling bertenaga, melainkan tentang siapa yang mampu memberikan performa terbaik pada setiap tetes daya watt yang dikeluarkan.










