SIDOARJO, ZonaJatim – Kemeriahan Fesban ASMR Voll 2 Remaja Musholla Al-Mustaqim terasa sepanjang Jalan Bungurasih Dalam pada Minggu (3/5/2026).
Kegiatan yang menjadi puncak Milad ke-2 Remaja Musholla Al-Mustaqim ini menghadirkan Festival Banjari tingkat umum se-Jawa Timur dengan diikuti puluhan grup dari berbagai daerah. Suasana berlangsung khidmat sekaligus semarak sejak siang hingga malam hari.
Ketua Umum Remaja Musholla Al-Mustaqim, Muhammad Eggi Saputro, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan donatur yang telah berkontribusi. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk nyata dedikasi remaja musholla dalam membumikan selawat di tengah masyarakat.
“Festival ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi sebuah momentum kebersamaan, silaturahmi, dan syiar Islam melalui seni,” ujar Eggi.

Mengusung tema “Merajut Cinta dan Kedamaian Hati Melalui Indahnya Seni Al-Banjari”, festival ini diharapkan mampu menjadi ruang yang menyatukan berbagai kalangan. Eggi menegaskan bahwa seni Al-Banjari tidak hanya soal irama dan vokal, tetapi juga mengandung nilai spiritual yang mendalam.
“Seni Al-Banjari bukan hanya tentang irama dan lantunan suara, tetapi tentang rasa, keikhlasan, dan cinta kepada Rasulullah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, lantunan selawat yang dibawakan dengan ketulusan diyakini mampu menyatukan hati, meredam ego, serta menghadirkan ketenangan batin. Oleh karena itu, festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai keislaman di kalangan generasi muda.
Dalam penyelenggaraan Fesban ASMR Voll 2 Remaja Musholla Al-Mustaqim, panitia juga menaruh harapan besar terhadap dampak jangka panjang kegiatan ini.
Di antaranya mempererat ukhuwah Islamiyah antar remaja musholla dan masjid, menumbuhkan kecintaan terhadap kegiatan keagamaan, serta menyediakan wadah positif bagi generasi muda untuk berkarya dan berprestasi.
“Kemenangan sejati bukan hanya tentang piala atau penghargaan, tetapi tentang proses kebersamaan, kerja keras, disiplin, dan keikhlasan yang kita bangun bersama,” tegas Eggi.
Selain itu, ia juga berpesan kepada seluruh anggota Remaja Musholla Al-Mustaqim untuk terus menjaga kekompakan dan semangat kebersamaan. Menurutnya, setiap tabuhan rebana dan lantunan selawat harus dilandasi niat ibadah agar membawa keberkahan.
“Jaga kekompakan dan rasa saling mendukung. Dalam setiap tabuhan rebana dan lantunan selawat, hadirkan kebersamaan dan niat ibadah,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, Remaja Musholla Al-Mustaqim ingin menghadirkan generasi muda yang aktif, kreatif, serta mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Festival ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam melahirkan generasi pecinta selawat yang mampu menebarkan kedamaian di tengah masyarakat.
“Semoga Festival Banjari ini menjadi awal dari langkah besar menuju lahirnya generasi yang mencintai selawat, mencintai persaudaraan, serta mampu merajut cinta dan kedamaian di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini ditutup dengan harapan agar syiar selawat terus hidup dan berkembang. Remaja Musholla Al-Mustaqim pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersatu, berselawat, dan menebarkan kedamaian.











